Ini sebuah puisi yg kukirimkan ketika seorang sahabat meminta nasehat padaku saat akan menghadiri sebuah peristiwa lazim dalam hidup.
Setiap kelahiran, disambut dengan sukacita..
padahal ada amanah yang dalam di sana
bagaimana mendidiknya, mengasihinya, menyayanginya
ya…
tanpa membuatnya jadi manja dan tak bertanggungjawab
Kematian seringnya ditangisi…
padahal tiadalah kehidupan kekal selain kematian itu sendiri
Biar dia lega
biar dia menuntaskan amanah hidupnya
Berat untuk yang ditinggal
Tapi awal untuk yang pergi
kalo kita sendiri….SIAPKAH???
Advertisement
ksemar said,
June 22, 2010 at 1:26 am
ass. mbak. salam kenal dari kami, Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut. salam
fani ferdiana said,
June 21, 2010 at 9:07 pm
Berat untuk yang ditinggal….Tapi awal untuk yang pergi…
betul katamu