Kesetimbangan

Ini sebuah puisi yg kukirimkan ketika seorang sahabat meminta nasehat padaku saat akan menghadiri sebuah peristiwa lazim dalam hidup.

Setiap kelahiran, disambut dengan sukacita..

padahal ada amanah yang dalam di sana

bagaimana mendidiknya, mengasihinya, menyayanginya

ya…

tanpa membuatnya jadi manja dan tak bertanggungjawab

Kematian seringnya ditangisi…

padahal tiadalah kehidupan kekal selain kematian itu sendiri

Biar dia lega

biar dia menuntaskan amanah hidupnya

Berat untuk yang ditinggal

Tapi awal untuk yang pergi

kalo kita sendiri….SIAPKAH???

Advertisements

2 Comments

  1. ksemar said,

    June 22, 2010 at 1:26 am

    ass. mbak. salam kenal dari kami, Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut. salam

  2. fani ferdiana said,

    June 21, 2010 at 9:07 pm

    Berat untuk yang ditinggal….Tapi awal untuk yang pergi…
    betul katamu 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: