Pria Sederhana Itu

Honestly,aku bukan orang yang mudah jatuh cinta.tapi setelah menikah,rasanya aku bisa bicara tentang cinta.Ya..bersama pria sederhana itu timbul rasa cinta.Mengenalnya sejak 2005 di sebuah organisasi pembinaan anak-anak bukan berarti aku benar-benar mengenalnya.Bisa dibilang kami hanya tahu nama dan jurusan karena kami kan sekampus.
Selebihnya…hmmm…tidak ada yang khusus.
Sampai di tahun terakhir aku kuliah, kami satu tim sebagai Pimpinan MPA.Satu periode kepengurusan berlalu.Lagi-lagi buatku tidak ada yang khusus.Malah yang ada berpartner dengan beliau bikin kami sering berdebat.Buatku dia suka bertele-tele.Buatnya justru aku yang hobi ngasi pendapat muter-muter.Hahaha…emang ga ada yang mau ngalah.
Tapi herannya kami berjodoh.
And,here we are…as newly family with very cutie girl baby.
Menikah 4 Desember 2010 & 2 bulan kemudian aku hamil…
Well, baby girl Fatihah Maritza Dwihartanto a.k.a kakak Fatihah a.k.a Bebifa lahir menghiasi dunia kami 24 Nov 2011 (pas nikahan anak SBY si eddie baskoro tea…wkwkwk)
Pria sederhana yg kini kupanggil ayahnya Fatihah itu masih setia dg kesederhanaannya…ketenangannya..kesabarannya.Jadi,siapa bilang wanita lebih sabar dari pria. For my case, it didn’t work xixixi….
Pria sederhana itu masih lebih suka pake sendal jepit kemana2, masih ga beli baju baru kalo lebaran (katanya baju lamanya masih bagus), masih selalu bikin aku meleleh kalo pas kami jalan2 tiba2 dia mampir di minimarket beli roti trus rotinya dikasiin ke pengemis/anak jalanan yg ada di depan minimarket itu…dan…masih rutin jadi kakak asuh (percaya ato ga,faktor kedermawanannya jadi kakak asuh ini yg bikin aku mau jadi istrinya 😛 ).
Dan…pria sederhana itu kini jadi suamiku, penjagaku, pendamping hidupku, imam bagi keluarga kecilku….ayah yg lembut bagi anak-anakku…
Semoga Allah SWT selalu mempersatukan kita di dunia & akhirat kelak…ya sayangku…
Aamiin yaa Rabbal’alamiin.

Advertisements