Adab dan syarat-syarat Ijabahnya Doa

Seringkali kita berdoa tanpa pernah menghadirkan hati kita kepada-Nya. Atau bahkan sulit menangis ketika sedang berdoa. Bahkan parahnya, ketika usai shalat malah lupa untuk berdoa.

Hm…jadi kesepet sendiri…

Iya, rasanya sekarang, berdoa jadi rutinitas yang biasa. Kadang rindu juga saat-saat SMA dulu, ketika bisa menangis terisak-isak saat habis shalat. Hanya karena mendoakan orang tua, hanya karena teringat sebentar lagi ujian, hanya karena lagi sebel banget sama temen.

Hm…sekarang…rasanya jadi semakin kering, terutama akhir2 ini. Mungkin yang namanya iman emang gitu kali. Suka naik turun..terlampau dinamis kayaknya.

Nah, pas lagi browsing…eh, nemu artikel ini.. dibaca..dan subhanallah..bagus….lebih mirip kajian tafsir hadits sih…silakan dibaca.

  • Mengenal Allah swt dan berbaik sangka kepada-Nya

Allamah Al-Hilli (ra) mengatakan: Di antara syarat-syarat doa yang
baik adalah orang yang berdoa mengetahui kadar apa yang diinginkan di
dalam doanya. Maksudnya orang yang berdoa harus mengenal Allah dan
sifat-sifat-Nya. (Minhajul Yaqin: 375)

Ia harus berkeyakinan yang kuat bahwa rahmat Allah SWT tak terbatas,
Allah SWT tidak menghalangi siapa pun dari curahan nikmat-Nya, dan
pintu rahmat-Nya tidak pernah tertutup selamanya.

Rasulullah saw bersabda dalam hadis Qudsi bahwa Allah swt berfirman:
“Barangsiapa yang memohon kepada-Ku dan ia tahu bahwa Aku kuasa
memberi mudharrat dan manfaat, niscaya Aku perkenankan doanya.”
(Biharul Anwar 93: 305)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) pernah ditanyai: Apa yang sebenarnya yang
terjadi pada kami, kami sudah berdoa tapi doa kami tidak diijabahi?
Beliau menjawab: “Karena kamu berdoa kepada Zat yang kamu sebenarnya
tidak mengenal-Nya.” (Biharul Anwar 93: 368, hadis ke 4)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata tentang firman Allah swt:
“Hendaknya kamu mengharap ijabah kepada-Ku dan percaya kepada-Ku,”
(Al-Baqarah: 186): “Hendaknya mereka tahu bahwa bahwa Aku (Allah)
kuasa memberi apa yang mereka mohon.” (Tafsir Al-Ayyasi 1: 83, hadis
ke 196)

Berbaik sangka kepada Allah swt adalah salah satu bagian dari
pengenalan terhadap Allah swt. Karena itu, orang yang berdoa harus
berbaik sangka terhadap ijabah Allah.

Rasulullah saw bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dan kamu yakin terhadap ijabah-Nya.” (Biharul
Anwar 93: 305)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Jika kamu berdoa, maka hadirkan hatimu, dan yakini bahwa hajatmu
sudah ada di pintumu.” (Al-Kafi 2: 344, hadis ke 3)

Di antara doa Imam Zainal Abidin (sa):

Ya Allah
Terhalanglah semua harapan dan habislah semua daya, kecuali di sisi-Mu
Sempitlah semua jalan, tertahanlah semua harapan,
Hancurlah semua keinginan, dan terputuslah semua cara kecuali pada-Mu
Pupuslah semua keinginan dan terputuslah semua harapan kecuali kepada-Mu
Sia-sialah keyakinan dan berbedalah pengenalan kecuali pada-Mu.

Ya Allah
Aku jumpai semua jalan keinginan pada-Mu terisinari,
semua tempat meraih harapan pada-Mu terbuka,
Aku tahu bahwa Engkau
bagi orang yang berdoa pada-Mu Kauberikan ijabah,
bagi orang yang menjerit pada-Mu Kau ulurkan pertolongan,
bagi orang yang bermaksud pada-Mu dekat jaraknya dari-Mu…”

(Biharul Anwar 95: 452, hadis ke 3)

  • Beramal sesuai dengan pengetahuan

Orang yang berdoa harus melakukan sesuatu sesuai dengan pengenalannya
terhadap Pencipta-Nya. Yakni, ia harus memenuhi janji Allah dan
mentaati perintah-Nya. Dua hal ini merupakan syarat yang paling
penting bagi ijabahnya doa.

Jamil berkata bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) pernah ditanyai:
Jadikan aku tebusanmu, sesungguhnyaAllah swt berfirman: “Berdoalah
kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan doamu” (Al-Mukmin/40: 60), kami sudah berdoa tapi doa kami tidak diijabah! Beliau menjawab: “Kamu tidak
memenuhi janji Allah. Sekiranya kamu memenuhinya pasti Allah memenuhi doamu.” (Tafsir Al-Qumi, 1: 46, surat Al-Baqarah: 40)

Allah swt berfirman kepada Dawud (as):
“Wahai Dawud, tidak seorang pun dari hamba-hamba-Ku yang mentaati-Ku
apa yang Kuperintahkan padanya, kecuali Aku memberinya sebelum ia
memohon pada-Ku, dan mengijabah doanya sebelum ia berdoa pada-Ku.”
(Biharul Anwar 93: 376)

  • Menghadap kepada Allah

Di antara adab berdoa yang paling penting adalah orang yang berdoa
harus menghadap kepada Allah dengan sepenuh hati, perasaan dan
wujudnya. Ia tidak hanya berdoa dengan lisan sementara hatinya
disibukkan oleh urusan-urusan dunia. Di sinilah letak perbedaan antara
membaca doa dengan berdoa yang sebenarnya. Doa yang diresapi oleh hati
seiring dengan bacaan lisan, maka ruhaninya pasti bergetar dan
hajatnya pasti dicapai oleh hati dan perasaannya.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sesungguhnya Allah azza wa jalla tidak mengijabah doa dengan hati
yang lalai; jika kamu berdoa, hadirkan hatimu kemudian yakini
ijaba-Nya.” (Al-Kafi 2: 343)

  • Butuh kepada Allah

Orang yang berdoa harus menunjukkan bahwa ia benar-benar butuh kepada
Allah swt. Ia menghadap kepada-Nya seperti menghadapnya orang yang
sangat sengsara yang tak punya lagi harapan kecuali kepada-Nya, ia
harus mencurahkan semua hajatnya kepada-Nya, tidak menggantungkan
hajat-hajatnya pada sebab-sebab selain-Nya yang tidak kuasa memberi
bahaya dan manfaat.

Allah swt berfirman:
“Katakan! Berdoalah kepada orang-orang yang kamu anggap (Tuhan)
selain-Nya, mereka tidak akan kuasa menghilangkan bahaya darimu dan
juga tidak kuasa memindahkannya.” (Al-Isra’/17: 56).

Jika orang yang berdoa benar-benar hanya bersandar kepada Allah swt,
hatinya benar-benar bergantung kepada-Nya dengan penuh keyakinan, maka
inilah doa yang benar dan yang sebenarnya. Dan inilah doa yang
diijabah oleh Allah swt seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya:

“Siapakah yang memperkenkan doa orang yang sengsara bila ia berdoa
kepada-Nya, dan yang menghilangkan deritanya.” (An-Naml/27: 62).

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) pernah berwasiat kepada puteranya
Al-Hasan (sa):
“Serahkan dirimu dalam semua urusanmu pada Tuhanmu, sesungguhnya yang
demikian itu kamu menyerahkannya pada benteng yang terjaga dan
pelindung yang kokoh, dalam permohonanmu pada Tuhanmu. Sesungguhnya
hanya di tangan-Nya pemberian dan penahanan.” (Nahjul Balaghah, kitab 31)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Jika salah seorang dari kamu ingin tidak memohon sesuatu kepada
Tuhannya kecuali Dia memberinya, maka hendak ia berputus-asa dari
semua manusia, dan tidak memiliki harapan kecuali dari sisi Allah,
maka ketika itulah ia tahu bahwa Allah azza wa jalla dari sebelumnya
belum pernah dimohon sesuatu kecuali Dia memberinya.” (Al-Kafi, 2:
119, hadis ke 2)

Allah swt berfirman kepada Nabi Isa (as):
“Berdoalah kepada-Ku seperti doa orang yang sedih dan tenggelam yang
tidak ada lagi penolong. Wahai Isa, mohonlah kepada-Ku dan jangan
minta kepada selain-Ku, maka saat itulah akan nampak kebaikan doamu
dan ijabahi-Ku.” (Iddatud da`i: 134)

  • Menyebutkan hajat

Allah swt mengetahui semua hamba-Nya, keadaan dan semua hajatnya. Dia
lebih dekat kepada mereka dari urat nadinya.
Namun demikian Allah swt
menyukai hamba-Nya menentukan hajatnya dan menyebutkan namanya di
hadapan Allah swt. Agar di hadapan Allah swt ia benar-benar merasakan
kebutuhannya pada kemuliaan-Nya, dan sangat membutuhkan karunia dan
maghfirah-Nya.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sesungguhnya Allah swt mengetahui apa yang diinginkan oleh hamba-Nya
ketika ia berdoa kepada-Nya, tetapi Dia menyukainya menetapkan
hajat-hajatnya. Karena itu, jika kamu berdoa namai hajatmu.” (Al-Kafi,
2: 345, hadis ke 1)

  • Melembutkan hati

Sangatlah dianjurkan bagi orang yang berdoa mengkondisikan diri agar
dapat merasakan kelembutan hati, menumbuhkan rasa takut karena
mengingat kematian, alam barzakh, stasiun-stasiun perjalanan di
akhirat, dan hal-hal yang menakutkan di hari kiamat. Pengkondisian ini
sangat penting, karena kelembutan hati menjadi sebab keikhlasan dalam
mendekatkan diri pada rahmat Allah dan karunia-Nya.

Rasulullah swt bersabda:
Sampaikan doa ketika saat merasakan kelembutan hati, karena kelembutan
hati itu adalah rahmat.” (Biharul Anwar 93: 313)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Dengan keikhlasan terjadi ketulusan hati, ketika terjadi rasa takut
yang sebenarnya maka datanglah kepada Allah Yang Maha Pelindung.”
(Al-Kafi 2: 340, hadis ke 2)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Jika salah seorang dari kamu merasakan kelembutan hati, maka
berdoalah. Hati tidak akan merasakan kelembutan sebelum keikhlasan.”
(Al-Kafi 2: 346, hadis ke 5)

Jika telah terasa kelembutan hati, maka saat itulah ia akan merasa
kerendahan dirinya di hadapan khazanah rahmat Ilahi, dan akan
merasakan permohonannya berada dalam ijabah Allah swt.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Jika kulitmu menggigil, air matamu mengalir, dan hatimu bergetar,
maka saat itulah raih cita-citamu.” (Al-Kafi 2: 346, hadis ke 8)

Ketika hati mengeras akibat dosa-dosa dan kemaksiatan, dan hati lalai
untuk berzikir kepada Allah akibat bergantung pada dunia dan segala
keindahannya, maka saat itulah ia terusir dari pintu rahmat dan
karunia Allah swt, dan saat itulah doanya tidak diijabah oleh Allah
swt, dan saat itulah terjadi benturan antara hati dan lisan.

Rasulullah saw pernah berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):
“Tidak akan diterima doa orang yang hatinya yang lalai.” (Al-Faqih 4: 265)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Allah azza wa jalla tidak akan menerima doa orang yang hatinya
lalai.” (Al-Kafi 2: 344, hadis ke 2)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Allah azza wa jalla tidak akan mengijabah doa orang yang hatinya
keras.” (Al-Kafi 2: 344, hadis ke 4)

  • Menangis dan berusaha menangis

Sebaik-baik doa adalah doa yang disampaikan ketika hati merasa sedih
dan duka, yang disertai oleh tangisan karena takut kepada Allah swt.
Menangis adalah bagian dari adab-adab berdoa yang terpenting. Karena
air mata adalah ungkapan pedosa, bahasa yang indah yang diungkapkan
ketika bertaubat, merasakan kekhusuan, dan hanya bergantung kepada
Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Air mata merupakan duta
dari hati yang lembut akibat keikhlasan dan kedekatan dengan pintu
Allah swt.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika kamu khawatir tentang suatu
persoalan atau hajat yang kamu inginkan, maka mulailah dengan Allah
dan memuji-Nya sebagaimana yang layak bagi-Nya, sampaikan shalawat
kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, kemudian sampaikan hajatmu
walaupun seperti kepala lalat (sekecil apapun).

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Keadaan yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya Azza wa jalla
adalah ketika ia sujud sambil menangis.” (Al-Kafi 2: 350, hadis ke 10)

Menangis karena takut kepada Allah swt adalah bagian dari karunia yang
istimewa yang tidak didapatkan dari selain-Nya, dan merupakan bagian
dari ketaatan kepada-Nya. Tangisan adalah rahmat yang dikirim dari
Pencipta Yang Maha Agung pada hamba-hamba-Nya untuk mendekatkan diri
pada tangga-tangga karunia dan kemuliaan-Nya. Tangisan juga dapat
menghapuskan siksaan akhirat dan segala yang menakutkan di dalamnya.

Rasulullah saw bersabda:
“Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia mendengar tangisan hatinya
karena sedih, sesungguhnya Allah tidak akan memasukkan ke neraka orang
yang menangis karena takut kepada Allah sehingga air susu dapat
kembalikan ke teteknya.” (Iddatud da`i: 168)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Tetesan air mata dan ketakutan hati adalah bagian dari rahmat Allah
saat berzikir kepada-Nya. Jika kamu mendapatkan kondisi ini, sampaikan
doamu. Dan sekiranya ada seorang hamba dalam ummat ini menangis,
niscaya Allah swt menyayangi ummat itu karena zikirnnya yang disertai
tangisan.” (Biharul Anwar 93: 336)

Jika tangisan menjadi keterbukan hati kepada Allah swt, maka kebekuan
air mata menjadi tanda kekerasan hati yang menyebabkan seorang hamba
terusir dari pintu rahmatAllah dan karunia-Nya, dan mengantarkan ia
pada penderitaan yang sebenarnya.

Rasulullah saw pernah berwasiat kepada Imam Ali bin Thalib (sa):
“Wahai Ali, ada empat hal yang menyebabkan penderitaan: Kebekuan air
mata, kekerasan hati, kejauhan angan-angan, dan cinta keabadian.” 61)
61). (Biharul Anwar 93: 330, hadis ke 9)

Ketahuilah! Tangisan kepada Allah swt adalah tanda keterpisahan dari
dosa-dosa dan sifat kekasih-Nya. Hal ini tidak akan terjadi tanpa
mengikis dosa-dosa dan bertaubat darinya.

Imam Ali Zainal Abidin (sa):
“Bukanlah rasa takut orang yang menangis dan mengalir air matanya
selama ia belum wara’ yang menjaganya dari kemaksiatan kepada Allah,
tetapi hal itu adalah ketakutan yang dusta.” (Iddatud da`i: 176)

Ketika doa akan dimulai sementara kedua matamu belum siap menangis,
maka kondisikan terlebih dahulu dirimu untuk menangis atau berusaha
menangis, dengan cara mengingat dosa-dosa yang besar, stasiun-stasiun
perjalanan Akhirat yang sangat menakutkan, hari akan ditampakkan semua
yang ada dalam hati, dan akan diungkapkan semua rahasia. Insya Allah
dengan cara ini kita akan merasakan rasa takut, tangisan doa yang
sebenarnya, kelembutan dan keikhlasan hati.

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa diijabahnya doa seseorang adalah
doa yang disertai tangisan atau berusaha menangis (al-tabâki),
walaupun dalam mengkondisikan diri ia harus dengan cara mengenang
kematian anaknya, keluarga atau kekasihnya.

Ishaq bin Ammar pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):
Aku sudah berusaha menangis dalam berdoa tapi aku tidak bisa menangis,
tetapi ketika aku mengenang kematian keluargaku, hatiku merasa lembut
dan aku bisa menangis, apakah hal ini boleh? Beliau menjawab: “Boleh,
kenanglah mereka, jika hatimu melembut nangislah, kemudian berdoalah
kepada Tuhanmu tabaraka wa ta`ala.” (Al-Kafi 2: 350, hadis ke 7)

Advertisements

MyPersonality.info Badge

Click to view my Personality Profile page

April ke Juli..

Waah….deg-degan. April ke Juli ternyata deket banget. cuman diperantarai oleh Mei.

Pfuuh…beneran deg-degan. Kelar ga ya ambil data TAnya. Mana reaktorku harus dimodif ulang bentuknya gara2 proses kondensasi refluksnya ga berjalan spti yg direncanain. Alhasil, Babeh aka P’Nyoman menitahkan untuk memodif lagi glass reactornya. Padahal aku udh telanjur uji aktivitas beberapa kali.

Pfuuh beneran deg-degan. Smoga masih ada waktu menyelesaikan smua amanah yg terserak ini. Rasanya pengen cepet2 kelar. Biar bs ngerealisasiin other plans. Yupz..resolusi tahun ini dan resolusi 5 tahun ke depan…smuanya bergantung pada TA skrg…. :p

There’re so much 2 do, next few months….Ayooo…semangat.

Jangan nangis2 bombay cuma gara2 gini…

Ga boleh nyeraaaahhhhhh

Fokus Vier..fokus…!!!

Gda waktu buat mikirin yg lain2 slaen TA. Spakat ???!!!!

SPAKATTT…BANGETTTT…hehehe

hm…ngebayangin serunya pake toga 18 Juli….

seru jg kayaknya….hehehe

Mimpiku..

anak jalanan

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia”
Hm…

Aku pernah berkata pada diriku sendiri dan beberapa orang teman di kosan,

Aku : kalo ntar udah ada modalnya, aku pingin bikin sekolah

Temanku : Sekolah apa ?

Aku : Hm…semacem Islamic boarding school gitu…tapi yang gratis… buat anak-anak ga mampu, mungkin pengamen jalanan, mungkin anak yang suka nongkrong di perempatan lampu merah, mungkin…anak-anak yang tidak seberuntung aku bisa sekolah sampe detik ini “

Hm….bisa jadi keliatan ga riil sekarang, tapi doain ya…semoga nanti jika Allah memberi rezeki, mimpi yang keliatan ga riil itu bisa terwujud.
Amiin….

Ujian Hidup

“Ada kalanya qt tidak perlu berpikir dua kali ketika sedang menghadapi suatu persoalan. Namun akan lebih sering, kita harus menguras tenaga hingga merasa lelah dan tertatih-tatih ketika berada dalam suatu persimpangan jalan hidup.”

ujian-nasional Ibarat soal Ujian, bentuknya ada yang PG alias Pilihan Ganda dan ada juga yang Essay alias mengarang indah. Begitu pula dengan persoalan hidup. Kadang, soal yang begitu panjang kalimatnya, hingga mungkin menghabiskan setengah paragraf, terlihat susah, dan bikin pusing, bisa diselesaikan hanya dengan sekali contreng. Entah itu di option A, B, C, atau D. Masalah benar atau salah jadi urusan belakangan karena yang dipentingkan kita bisa mengisinya saat itu, sehingga kertas ujian tidak kelihatan kosong. Seringkali bahkan soal dengan kalimat sepanjang itu, diselesaikan hanya dengan menghitung kancing, memutar-mutar ujung pensil, atau bahkan sekedar berharap pada pola probabilitas. Dalam 1 atau 2 menit, selesai sudah untuk 1 soal. Tapi…apakah hal itu baik?

Lain dengan soal bentuk Essay, kalimatnya sih simpel, tapi ternyata anaknya banyak…(alias soalnya 1 tapi poin-poin jawabannya banyak). Kelihatan mudah, tapi tetap saja kalau diselesaikan tanpa mikir ujung2nya ya jadi mengarang indah. Jawabannya ?? Yaa…kalo bener karangannya syukur, kalo enggak  ya wassalam. Sekali lagi…baikkah itu?

Teman, hidup emang ga instan. Allah saja menciptakan bumi ini tidak langsung “kun fayakuun” tapi melalui beberapa tahap, kurang lebih 6 tahap. Nah, bagaimana mungkin kita, sebagai makhluknya yangs sudah diberikan begitu banyak kenikmatan dari Nya, masih tak pandai bersyukur dan menginginkan segala yang instan terjadi.

Ada yang pernah bilang, kemudahan-kemudahan itu hanya akan menghambat keluarnya potensi kita. Ya, bisa jadi benar. Terbukti, kalau kita baca biografi orang sukses, yang kita dapati di sana adalah kesulitan demi kesulitan dan beragam tantangan yang menempa sang tokoh menjadi lebih baik dari dirinya yang sebelumnya.

Ibarat menyelesaikan soal ujian, ada banyak cara yang bisa kita tempuh untuk menyelesaikan ujian hidup. Ada cara yang lurus, ada cara yang menyimpang. Mencontek bisa jadi adalah salah satu cara menyimpang dalam menyelesaikan soal ujian, tapi dalam menyelesaikan masalah hidup, sah-sah saja jika kita mencontek kiat-kiat orang lain yang sudah pernah mengalaminya.

Menapaki ujian hidup, juga bukannya tanpa banyak metode.Ya, ibarat soal ujian lagi, ada yang PG ada yang Essay. Tapi, penyelesaian yang terbaik, tentunya dengan mempertimbangkan faktor pendukung yang ada dalam diri kita dan lingkungan sekitar kita. Yang terpenting, kita harus yakin bahwa Allah akan bersama kita.Bersama orang-orang yang sabar, bersama orang-orang yang tak pernah berputus asa dari nikmatnya, bersama orang-orang yang selalu meyakini bahwa ujian demi ujian yang ia peroleh setiap hari adalah bentuk kasih sayang Allah demi meningkatkan derajatnya di mata Allah.

Agar kelak di Yaumil Akhir, ia akan dapat memberikan kebanggaan pada Rasulullah yang kita rindukan,  karena sebagai umat yang selalu beliau cintai, kita dapat membuktikan kelak bahwa kita bukanlah orang yang mudah menyerah dan berputus asa.

Hm… ” Sesungguhnya Allah tiada mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”






Renungan siang hari

Menjelang makan siang….
perut terasa lapar…
tapi pernahkan terpikir di luar sana masih banyak orang yang bahkan sejak dua hari yang lalu bahkan belum pernah melihat nasi?

Menjelang siang hari…
Berjalan melewati kerumunan orang
yang tegak berjalan
tak peduli sekitarnya
sementara di kanan kiri,
anak2 kecil menadahkan tangan
sekedar mengharap recehan logam…

Menjelang siang hari…
matahari masih terik
bersinar garang
menembus kulit
masih tak pernah terpikir memakai krim kulit anti penuaan dini
karena toh, cepat atau lambat keriput di wajah dan tangan ini tetap akan menghampiri…

Menjelang siang hari…
Tetap berkutat mengerjakan hal yang tak pasti
membuang waktu percuma
sambil menunggu hari berganti
padahal di luar sana
umat menantimu berkontribusi…
Apa yang sudah kau lakukan hari ini???

Rindu Rasul

Rindu kami padamu yaa rasul
rindu tiada terperi…
berabad jarak darimu yaa rasul
serasa dikau di sini…

Cinta ikhlasmu pada manusia
bagai cahaya swarga
dapatkah kami membalas cintamu
secara bersahaja

Rindu kami padamu ya rasul
rindu tiada terperi….
berabad jarak darimu ya rasul
serasa dikau di sini….

Cinta ikhlasmu pada manusia
bagai cahaya swarga
dapatkah kami membalas cintamu
secara bersahaja

Rindu kami padamu ya rasul
rindu tiada terperi
berabad jarak darimu ya rasul
serasa dikau di sini

Sedikit Memori 14 Februari

14 Februari kemarin ada yang berkesan….

Bukan karena ngerayain Valentine..(tentu tidaks dunk….)

Tp karena ada acara silaturahmi KALBU Indramayu…

Yupz…KALBU Indramayu…alias Keluarga Alumni Bimbel Terpadu Indramayu. Alkisah, sejak 2004 dibentuklah organisasi nonprofit, lebih mirip wadah silaturahmi untuk alumni peserta Learning Camp Indramayu. Suatu program Bimbingan Belajar Persiapan Mengikuti SPMB yang dibiayai oleh Pemda Kabupaten Indramayu. Semua peserta yang lolos seleksi LC (Learning Camp) akan dibiayai untuk mengikuti Bimbel gratis plus semua akomodasi (makan, tempat tinggal, transport). Bila lulus SPMB maka beasiswa studi senilai 7.5 juta telah menanti (untuk yg lolos ITB) dan 2.5 juta (untuk non ITB). (info lebih lengkap klik di Sini )

Aku adalah salah satu dari mereka….peserta LC itu…

Sejak 2004 dibentuklah organisasi yg menyatukan semua alumni peserta LC dan diberi nama Kalbu Indramayu. Lambangnya aja buah mangga…Indramayu bgt lah. Beberapa program sudah terjalan seiring dg pergantian kepengurusan yang sudah terjadi 4 kali, mulai dari Try Out untuk siswa SMA, Pelatihan Pengurus  OSIS SMA, dan bbrp acara internal Kalbu. Terakhir Ketua Kalbunya adalah Asirin (T. Planol0gi ITB 2005)

Sejak 2 tahun terakhir, terasa ada kevakuman di sana. Sampai 14 Februari kemarin. Setelah sekian lama, baru ada acara lagi yg sempat ku hadiri.

Nyatanya, aku agak merasa asing. Buat adik2 2008 yg baru lulus SPMB, aku dan bbrp anak 2004/2003 lainnya benar2 SWASTA. kesannya tuaa bgt…hihihi…

Menjelang malam, entah kenapa, kena batunya juga….aku disuruh maju, diminta sharing pengalaman hidup…

Gyaa….apa pula ini. Akhirnya, keluar juga kata2 bijak.hehehe…mengutip sebuah kalimat yang ku tulis di suvenir buat wisuda Teh Indri, aku bercerita ttg beberapa hal. Kurang lebih kalimatnya gini :

“Keberhasilan itu hanya layak untuk orang2 yang bekerja keras”

Pfuuuh…dalem bgt maknanya…(terutama buatku sendiri). Mengatakan itu, seolah mengingatkan bahwa, aku sendiri pun masih butuh banyak KERJA KERAS untuk bisa mencapai semua yang kuinginkan.

Pencapaian2 yang selama ini kuperoleh tak kan terwujud tanpa adanya kerja keras. Dan banyak mimpiku yang belum tercapai, semuanya karena tak ada unsur kerja keras di sana. Hanya berleha-leha….menunda…menunggu…pasif….Jadi, wajar kan kalau hasilnya tentu tidak optimal.

Hmmm….

Mungkin bisa jadi, jika kemarin aku membatalkan untuk datang ke acara Kalbu itu, tak mungkin ada tulisan ini. Tulisan yang akan selalu mengingatkanku bahwa tak ada hasil optimal, tanpa ada pengorbanan di sana. Tak kan ada keberhasilan, tanpa ada kerja keras yang mewarnainya…

Ganbatte….Cogito ergo sum…





Antara Pohon Oak dan Pohon Bambu

Pada sebuah fragmen film yang ku tonton beberapa waktu lalu, ada sepenggal kalimat kutipan buku diari sang tokoh. Bunyinya kurang lebih seperti ini :

“Aku tidak ingin jadi pohon bambu, aku ingin jadi pohon Oak yang berani melawan angin “

Pohon bambu

Pohon bambu

Pohon Bambu atau nama latinnya Bambusa sp. merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di ASEAN. Bagian rebungnya sering diambil untuk dijadikan makanan.  Bambu merupakan sejenis tumbuhan rumput, juga dikenali sebagai aur atau buluh.

Apabila masih muda buluh bambu terlihat mudah digoyang-goyangkan oleh  angin yang berhembus.  Selain itu arah pertumbuhannya juga mengikuti hembusan angin itu.  Sehingga tak jarang, kita akan mengamati pohon bambu yang tumbuh melengkung dan tak lurus,  seperti fitrahnya.

Pohon Oak/Ek

Pohon Oak/Ek

Beda halnya dengan pohon Oak atau ek yang merupakan nama dari beberapa ratus spesies pohon dan semak dalam genus Quercus dan beberapa genus yang berhubungan, terutama Cyclobalanopsis dan Lithocarpus. Genus ini berasal dari belahan bumi utara menyebar dari daerah lintang  yang dingin sampai  Asia yang tropis dan Amerika.

Pohon ini memiliki batang yang kokoh, daun yang rindang, teduh, dan memiliki kesan melindungi. Keberadaanya bagai oase di tengah padang gurun karena mampu melindungi manusia dari sengatan sinar matahari ataupun derasnya hujan yang menghantam.

Pohon Oak/ek tak peduli akan kerasnya hantaman angin. Karena ia didukung oleh daya tahan batang dan cabang-cabangnya  yang kuat.

meskipun angin menghembus dari arah barat, utara, selatan, timur, ia tak peduli. Tetap tegar berdiri, melawan angin.

Bila manusia diibaratkan seperti pohon Oak, maka yang terjadi adalah seseorang yang memiliki prinsip yang teguh. Yang tak mudah dihantam hembusan angin pemikiran, ghazwul fikr, dan semacamnya. Mengapa ? Karena ia punya dasar karakter yang kuat dan keyakinan yang teguh bahwa apa yang menjadi prinsip hidup dan pedoman yang melandasinya adalah benar.

Ia takkan mudah dipengaruhi orang dan kalaupun bisa, akan butuh perjuangan keras untuk melakukannya. Sekilas kita akan memandangnya sebagai orang yang keras kepala. Namun, jika direnungkan lebih jauh kemampuan mempertahankan pendapat yang ia miliki dan daya tahannya terhadap terpaan arus pemikiran dari luar akan membentuknya menjadi pribadi yang kuat. Pribadi yang tangguh….


3 Tipe Manusia

Tipe Pertama : MANUSIA BATU  batu
Sebuah batu, bila dicelupkan kedalam air, tidak dapat mengubah air.
Memang sejenak air menjadi keruh akibat butiran pasir atau debu yang menempel di batu itu. Tapi tak lama, air kembali menjadi bening karena akhirnya kotoran – kotoran itu mengendap di dasar penampan air.

Tipe manusia seperti BATU ini, tidak dapat memberi pengaruh dan membawa perubahan terhadap lingkungannya.

Tipe Kedua : MANUSIA SODA   soda
Minuman soda, bila dicampurkan kedalam air, sudah barang tentu akan mengubah warna air dengan cepat. Kemudian air itu berbusa… naik keatas…terus keatas… hingga air tumpah dari penampannya. Tapi setelah itu air menjadi surut dan dengan drastis menjadi berkurang.

Tipe manusia SODA ini, sekilas mampu membawa perubahan pada lingkungannya. Tapi sebenarnya, ia menghancurkan lingkungan tersebut. Seolah – olah ia memotivasi lingkungan, padahal ia menjerumuskan. Hingga akhirnya yang selamat tinggallah sedikit.

Tipe Ketiga: MANUSIA EFFERVESCENT   effervescent
Mungkin Anda kenal Redoxon atau CDR. Bagaimana kalau benda ini dicelupkan kedalam air?
Betul, dengan perlahan air menjadi kuning, kemudian setelah itu berubah menjadi orange.
Adakah air yang tumpah?, Sedikit sekali bahkan nyaris tak ada.

Tipe manusia EFFERVESCENT, adalah manusia yang mampu memberi pengaruh dan membuat perubahan sejati. Ia mempengaruhi lingkungan dengan perlahan…perlahan… sabar… hingga akhirnya lingkungannya benar -benar berubah.
Akankah air menjadi bening kembali?… tentu tidak.
Ia akan tetap berwarna kuning / orange.

Nah, pertanyaannya sekarang, tergolong pada tipe manusia apakah dirimu ???

Silakan direnungkan…

« Older entries