Stagnansi

Pernah merasa stag dalam hidupmu? Nah, itu yang sekarang ku alami. gimana enggak, memulai TA dari sejak semester 7 (normalnya ngambil TA) ampe sekarang belum slese2 juga. temen-temen udah pada kemana. udah pada ngapain. aku masih disini.

still here….still….

satu sisi ngerasa malu pada diri sendiri, pada orangtua, pada orang2 yang selama ini kujanjikan untuk lulus tepat waktu.

faktanya sekarang??? Aku masih belum lulus. Pernah terlintas sedikit penyesalan beberapa minggu lalu ketika kupikir2 lagi ttg topik TAku…rasanya ini terlalu rumit. honesty, unpredictable. definitely unpredictable.

tapi, ibarat nasi sudah jadi bubur, g ada yang perlu disesali. kalo Aa Gym bilang, sekarang ga bisa lagi mengubah bubur kembali jadi nasi. jadi langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah menambah suwiran ayam, telor, sedikit daun bawang dan bawang goreng, plus sedikit sambal agar buburitu jadi bubur ayam yang enak…(heu…jadi lapeur).

So, buat kalian2 yang merasa senasib denganku…anggaplah ini suatu ujian sayang Allah buat qt. Kan biasanya menjelang ujian perlu belajar, dan sehabis ujian, kalo qt bisa nyelesain ujiannya dengan baik, insyaAllah dapet nilai yang memuaskan pula. Plus naik tingkat pula artinya. (jangan lupa, itu artinya masih ada ujian tingkat selanjutnya yang puastii lebih susah lagi soalnya….hehehe)

menuliskan ini sedikit mengurangi beban hatiku.

menuliskan ini sedikit menghiburku.

menuliskan ini sedikit menaikkan harapanku akan tiadanya kesia-siaan dibalik semua rencana Allah.

Menuliskan ini setidaknya akan sedikit berguna kalo ada yang bernasib sama dan membacanya…

Semoga tidak sia-sia…

Semoga bisa jadi pelipur lara…

Don’t be sad, throw the desperate…

For every process in my life, thanx God